Metode Akting
merupakan teknik akting dimana seorang aktor mencoba mereplikasikan kondisi emosional di kehidupan nyatanya ke dalam karakter yang akan dia mainkan, dengan tujuan menciptakan performance yang benar-benar hidup dan realistis. Metode ini mengacu pada latihan umum dari penggambaran seorang aktor terhadap emosi, ingatan, dan pengalaman dia sendiri untuk mempengaruhi penggambaran karakter tokoh yang akan maupun yang sedang dia mainkan.
Asal Muasal
Metode ini dipopulerkan oleh Lee Strassberg di The Actor Studio and Group Theater, New York pada tahun 1940 dan 1950an. Metode ini mengacu pada “The Stanilavski System”, setelah Konstantin Stanilavski mempelopori ide-ide yang sama dalam usahanya mencari “Theatrical Truth” (Kebenaran Teater) yang ia temukan dari proses perjalanannya selama ia mengajar, menulis, berakting, dan juga dari persahabatannya dengan para aktor-aktor terkemuka Rusia di The Moscow Art Theatre.
Tehnik
Secara umumnya, Metode Akting ini menggabungkan kesadaran yang dipertimbangkan secara seksama antara motif karakter secara psikologi dan beberapa identifikasi personal serta kemungkinan-kemungkinan dari dasar emosional karakter dalam cara yang realistis. Biasanya membentuk antitesis klise, tidak realistis, apa yang disebut "rubber stamp" atau indikasikan bertindak. Akan tetapi kebanyakan, untuk menciptakan hasil ini yang didapat dari penggabungan akan karakter dan elusivitas (yang sukar dipahami), dengan emosi tak terduga atau sifat sensitif yang alami, membuat metode ini sulit untuk dipelajari.
Tinggal tergantung bagaimana tepatnya versi nya para sutradara maupun pengajar yang mengklaim diri mereka menyebarkan dasar-dasar tehnik ini. proses metode ini dapat mencakup berbagai ideologi dan praktek-praktek seperti "seolah-olah", "pengganti", "ingatan emosional", dan "persiapan. "
Tahapan latihan Metode Akting, antara lain seperti :
1. Relaxation
2. Sense Memory
3. Concentration
4. The Magic If
5. Objects
6. Substitution
7. Animal Exercise
8. Song & Dance
9. Private Moment
10. Speaking Out
11. Moment to Moment
12. Justification
13. Affective Memory
14. Given Circumstances
bersambung...


0 komentar:
Posting Komentar